Taman Sari Jogja - Menelisik Keindahan Bekas Tempat Pemandian ParaPutri Kraton Jogja Yang Bersejarah

Taman Sari Jogja - Menelisik Keindahan Bekas Tempat Pemandian ParaPutri Kraton Jogja Yang Bersejarah

Haii trippers...

Terowongan Taman Sari

Bicara tentang Jogja, pasti kurang afdhol kalau ga sempat mengulas tentang Taman Sari. Sebuah peninggalan sejarah yang sangat historiable banget yang berlokasi tidak jauh dari Malioboro.

Nahh..bagi trippers yang belum tau tentang sejarah dari Taman Sari Jogja, White Car Transport mau sharing nehh tentang apa, bagaimaina dan dimana Taman Sari Jogja itu.

Dulunya Taman Sari Jogja merupakan sebuah tempat bagian dari Keraton Yogyakarta yang dikhususkan sebagai tempat pemandian para putri-putri Keraton. 

Mengutip dari Babad Mangkubumi, Taman Sari ini dibangun oleh Sultan Hamengku Buwono I atau Pangeran Mangkubumi pada tahun 1683 (silsilah kerajaan Mataram) menurut penanggalan tahun Jawa atau tahun 1757 Masehi. Taman itu berdiri, tepat bersamaan dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (sejarah kerajaan Mataram).

Pesanggrahan Taman Sari dibangun setelah Perjanjian Giyanti (1755), yakni setelah Sultan Hamengku Buwono sekian lama terlibat dalam persengketaan dan peperangan. Bangunan tersebut dimaksudkan sebagai bangunan yang dapat dipergunakan untuk menenteramkan hati, istirahat, dan berekreasi. Meskipun demikian, Taman Sari ini juga dipersiapkan sebagai sarana/ benteng untuk menghadapi situasi bahaya. Di samping itu, bangunan ini juga digunakan untuk sarana ibadah. Oleh karenanya Pesanggrahan Taman Sari juga dilengkapi dengan masjid, tepatnya di bangunan Sumur Gumuling.

Gerbang Taman Sari

Kompleks Taman Sari yang menempati lokasi seluas lebih dari 12 hektare berarsitektur dan relief perpaduan antara gaya arsitektur Hindu, Budha, Islam, Eropa, dan Cina itu selesai dibangun pada tahun 1765 Masehi. Untuk memberi makna pada setiap bangunan, Sri Sultan Hamengku Buwono I waktu itu memberi nama masing-masing bangunan yakni Keraton Pulo Kenanga, Masjid Taman Sari dan Pulo Penambung yang terapung di atas air, kolam pemandian dan gedung tempat tidur Sri Sultan dan Permaisuri.

Dalam Babad Memana dan serat rerenggan, pengadaan bahan bangunan pembangunan Taman Sari dipimpin Rangga Prawiro Sentiko, Bupati Madiun. Sedang pengawas pelaksanaan pembangunan dilakukan Tumenggung Mangundipuro.

Dalam catatan sejarah, pada tahun 1812 beberapa bangunan hancur akibat serangan Inggris dan tahun 1867 terjadi gempa bumi yang juga menghancurkan beberapa bangunan di kompleks Taman Sari.

Bangunan itu, memiliki nama masing-masing sesuai dengan fungsi atau kegunaan, seperti Gapura Agung adalah pintu masuk menuju kompleks Taman Sari yang dilengkapi dengan empat gedung kembar yang berfungsi sebagai pos penjagaan dan disebut pecaosan serta ada tempat ganti pakaian abdi dalem yang sehabis menjalankan tugas penjagaan yang disebut paseban.

Kolam pemandian terletak di sebelah selatan masjid membujur dari utara ke selatan terdiri dari kolam pemandian yang disebut Umbul Kawitan, Umbul Pamuncar, Umbul Panguras

Umbul Panguras adalah kolam pemandian khusus bagi Sri Sultan, sedangkan Umbul Pamuncar adalah kolam pemandian yang disediakan bagi permaisuri, dan Umbul Kawitan untuk putra-putrinya Raja.

Umbul Taman Sari

Bangunan lain Gedung Cemeti, Taman Ledoksari merupakan tempat peraduan dan tempat yang sangat pribadi untuk raja. Dalam sebuah rumor, menyebutkan, Taman Sari memiliki terowongan yang ujungnya tembus ke pantai selatan yang disebut Parangkusuma dan berfungsi sebagai sarana persiapan penyelamatan jika terjadi peperangan.

Satu bangunan yang menyiratkan perpaduan arsitektur Portugis dan Jawa adalah Sumur Gumuling, Bentuknya menyerupai gedung teater melingkar dan tepat di tengah bangunan, terdapat telaga buatan (Segaran) terdapat puing bangunan besar dan luas.

Di salah satu sisinya terdapat tangga setapak yang gelap menjuju lorong bawah tanah Taman Sari yaitu Sumur Gumuling. Di ujung lorong terus menuju atrium (bilik) bundar yang terbuka bagian atasnya. Di tengah dasar atrium ada kolam kecil seperti sumur. Ruang kecil di sisi barat dari kedua galeri ini dipakai sebagai masjid. Jika dilihat dari keunikan struktur bangunan ada kemungkinan tempat itu didesain sebagai tempat meditasi dan pengasingan diri.

Nahh..sekarang trippers sudah paham kan???

Oke, bagi trippers yg ingin jalan-jalan di Kota Yogyakarta ini, Kami dari White Car Transport menyediakan jasa rental mobil + drivernya.

So, trippers jangan bingung (apalagi tersesat), karena driver-driver Kami sangat mengenal setiap sudut Kota Yogyakarta. 

Ayoo tunggu apalagi ???!!

Info lebih lanjut, hubungi :

Hubungi Kami :

Destinasi Yang Anda Suka

No comments